BIOGRAFI ORANG TUA

 

BIOGRAFI MAMI DAN PAPI

 

            Assalamu’alaikum semua, selamat datang di blogger saya pribadi, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang biografi orang tua saya, yang pertama yaitu mami saya, nama lengkapnya adalah Kris Priharyani, lahir di Pontianak, 21 juli 1967 mami saya anak ke 10 dari 11 bersaudara, selanjutnya papi saya yang nama lengkapnya yaitu Aron Murdiady, lahir di Pontianak, 27 Mei 1963, anak ke 5 dari 5 bersaudara. Hidup dizaman dulu tidaklah mudah untuk orang tua saya karena dulu sulitnya Pendidikan dan biaya untuk sekolah, tapi itu tidak menyudutkan hati mereka untuk tetap mendapatkan Pendidikan yang baik. Mereka adalah pahlawan tanpa jasa, pahlawan tanpa julukan, pahlawan yang selalu ada untuk anaknya ketika susah maupun senang, selalu ada disaat terjatuh, membantu anaknya untuk bangkit kembali dan selalu memberi motivasi untuk anaknya agar tetap selalu semangat dalam menghadapi dunia yang keras dan penuh dengan kecurangan, pahlawan yang memberikan arti kehidupan bagi saya pribadi yang telah mengasihi kita, memelihara kita sedari kecil. Adanya saya seperti sekarang ini itu semua berkat doa orang tua saya

            Saya sangat berterima kasih kepada mereka dengan adanya saya sekarang ini walaupun belum bisa membahagiakan mereka tapi itu semua sedang saya usahakan untuk mereka semua, pekerjaan papiku yakni supir tangka dan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga. Yang mendidik saya adalah mami, mami sangat sabar dalam mengajari ku hal-hal yang tidak kau ketahui waktu masih kecil, mami orangnya sangat baik kepada semua orang tidak memandang baik dan buruk orang tersebut, tidak pandang warna kulit, siapapun orang itu mami akan tetap selalu baik, selama orang lain tidak berbuat jahat terhadap mami saya. Sikap seperti itu saya tanamkan di dalam diri saya, mami saya jadikan panutan didalam kehidupan saya, karena sikap baik yang saya lakukan diluar sana saya banyak mencontoh dari sikap beliau, mami bukan orang yang pendendam kepada orang yang telah menyakiti bahkan mendzoliminya sekalipun mami akan tetap maafkan dan berusaha untuk membangun hubungan baik terhadap orang yang telah melakukan keburukan kepadanya, sampai-sampai saya berbicara didalam hati “kok bisa ya mami seperti itu” hanya itu yang terlintas didalam pikiran saya. Dan saya mencoba untuk bersikap seperti itu, setelah saya lakukan itu memang sangat susah, karena memaafkan dan mengikhlaskan perbuatan seseorang yang telah menyakiti kita itu tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, butuh waktu yang lama untuk bisa seperti itu, tetapi mami saya tidak butuh waktu lama untuk melakukan hal seperti itu.

            Di dalam adik-beradik mami saya adalah perempuan bungsu, mami adalah seorang kutu buku, setiap buku yang ada dihadapannya ia selalu mau membaca dan selalu penasaran dengan isi buku tersebut, dirumah sekalipun ketika mau ke WC mami tetap membawa buku untuk dibaca, saya juga heran kok bisa seperti itu, kenapa saya tidak bisa seperti mami saya, dengan perasaan bertanya. Di kelas mami saya dijuluki kutu buku oleh teman dan gurunya, dalam merangkai kata-kata dibangku sekolah mami saya yang paling bagus, karena banyak membaca buku tadi jadi kosakata yang mami saya punya itu lebih banyak dan luas.

            Masuk ke bangku SMP mami selalu mendapatkan peringkat 1 setiap pengumuman semester, begitu bangga saya mendengar cerita yang mami saya sampaikan, bahkan pengumuman kelulusan waktu SMP mami saya mendapatkan juara 1 se-kota Pontianak dengan nilai tertinggi. Saya yang mendengarnya sampai terngangak karena terkejut, dalam hati berbicara “pintar sekali mami waktu dulu, kenapa aku tidak bisa ya?” tapi saya pikir lagi bagi saya itu wajar karena mami yang sangat rajin belajar dan juga rajin membaca maka yang didapatkannya harus sesuai dengan usaha yang ia lakukan selama ini.

            Selain itu mami juga suka mendengarkan siaran radio, pada zaman dulu televisi hanya 2 yang bisa ditonton selebihnya mami mendengarkan di siaran radio, banyak yang mami dapatkan dari siaran radio salah satunya yaitu ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. Dari radio mami bisa mendengarkan lagu-lagu dulu yang sangat bagus, mami juga menyukai instrument-instrumen music yang didengarnya melalui radio. Jika mendengarkan radio maka mami akan duduk bersama bapak dan mamak, yakni kakek dan nenek saya sendiri, nah sambil mendengarkan radio, mereka juga sambil bertukar pandangan dan pikiran.

            Ohh iyaa kakek ku seorang prajurit tentara yang dulunya juga ikut perang melawan belanda dan juga jepang, kakek lahir pada tahun 1917, tentu jika kakek masih hidup usia yang kakek miliki bukan usia yang muda lagi, kakek meninggal pada tahun 2001, waktu itu saya belum lahir dan sekarang jika saya ingin melihat foto kakek ya saya hanya bisa lihat melalui album foto saja, begitu gagahnya kakek saya jika terlihat dari foto

            Papi saya itu orangnya biasa-biasa saja, tidak terlalu baik dan tidak juga terlalu jahat. Papi saya bekerja sebagai supir tangki tidaklah mudah, banyak yang bilang kalau supir tangki itu kaya-kaya. Tapi coba kawan-kawan sekalian lihat atau turun ke TKP secara langsung, maka kalian akan menemukan fakta yang berbeda seperti yang orang-orang katakan diluar sana, walaupun papi saya bekerja sebagai supir tangki, tapi kerjanya seperti buruh harian lepas.

            Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Karena jika tidak disuruh berangkat ngantar minyak maka papi saya tidak akan berangkat, bahkan pernah 1 minggu tidak ada ret sama sekali, bisa kawan-kawan bayangkan lah gimana sulitnya waktu itu keluarga kami, jadi uang yang ada mami saya gunakan dengan sebaik-baiknya. Gimana caranya uangnya itu cukup selama seminggu.

            Zaman sekarang tidak seenak dulu, dimana harga jual minyak masih cukup tinggi dibandingkan dengan sekarang, sekarang harga minyak turun drastic, yang dulunya jual 1 ken ukuran 35 bisa 300rb lebih bahkan hamper 400rb, sekarang hanya dihargai 200rb lebih saja.

            Ditambah pandemic sekarang membuat perekonomian semakin susah dan mengelola uang harus pandai-pandai, jika tidak maka tidak akan cukup untuk makan sehari-hari. Kaki papi saya sebelah kanan itu bengkok akibat dulu waktu SMA kecelakaan pakai motor dan ia terpental ke atas dan kaki kanannya itu menghantam tiang listrik dan patah. Nah setelah diobati, belum terlalu sembuh, papi saya ini jalan kaki keliling sekitar, nah kakinya itu bengkok dan tidak di luruskan lagi, nah makanya kaki papi saya itu bengkok sampai sekarang, mungkin hanya itu saja cerita saya di blogger ini semoga menghibur kawan-kawan.

Terima Kasih.

Komentar